Valentino Rossi Terpuruk karena Ulah Perangkat Elektronik
2 min read

Valentino Rossi Terpuruk karena Ulah Perangkat Elektronik

Valentino Rossi Terpuruk karena Ulah Perangkat Elektronik
Fogarty menilaii Valentino Rossi terpuruk karena perangkat elektronik.

BLACKBURN – Legenda World Superbike (WSBK), Carl Fogarty, menilai Valentino Rossi masih merupakan pembalap berkualitas. Akan tetapi, menurut Fogarty, Valentino Rossi tidak bisa tampil maksimal dengan perangkat elektronik.

Valentino Rossi, 42 tahun, adalah pembalap tertua di MotoGP 2021. Setelah terpuruk dalam beberapa musim terakhir, Valentino Rossi berusaha bangkit bersama tim barunya, Petronas Yamaha SRT, di MotoGP 2021.

Valentino Rossi (Foto: MotoGP)
Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Namun, perjalanan Valentino Rossi pada awal musim ini tidaklah mulus. Setelah melalui empat balapan, The Doctor -julukan Valentino Rossi- baru mengumpulkan empat poin sehingga berada di posisi ke-21.

Posisi Valentino Rossi bahkan lebih rendah ketimbang rivalnya, Marc Marquez (Repsol Honda), yang baru menjalani dua balapan. Marc Marquez berada di posisi ke-15 dengan koleksi 16 poin.

Fogarty menilai penurunan peforma Valentino Rossi dikarenakan berbagai perangkat elektronik yang menempel di motor pada era balapan modern. Fogarty yakin Valentino Rossi akan tetap berada di depan jika semua perangkat elektronik itu tidak ada.

Namun, itu tidak mungkin terjadi. Sebab, Dunia balap motor akan terus maju dengan segala perubahan yang membuat pertunjukkan semakin menarik untuk penggemar, menurut beberapa orang.

“Sedih melihat dia jauh di belakang. Saya yakin jika Anda melepas semua perangkat elektronik, dia akan tetap memimpin! Tapi mereka tidak akan pernah melakukan itu,” kata Fogarty pada Mowmag, dikutip dari Tuttomotoriweb, Selasa (4/5/2021).

"Elektroniknya sangat canggih sehingga Anda tidak lagi melihat pembalap kehilangan kendali bagian belakang motor. Kadang-kadang saya menonton balapan dan saya bertanya pada diri sendiri, siapa sebenarnya pembalap terbaik? Seperti di Formula 1, motor terbaik, tim terbaik, strategi terbaik untuk menang, bukan pembalap yang mengatasi masalah,” ujarnya.

Valentino Rossi (Foto: MotoGP)
Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

“Pada zaman saya, pergelangan tangan adalah unit kontrol elektronik! Hari ini, bagaimanapun, banyak hal telah berubah,” tutur pria asal Inggris itu.

“Hal yang paling membuat saya takjub tentang balapan adalah melihat lima belas pembalap dalam lima detik. Komentator bersorak di acara itu, tetapi apakah ini acara yang diinginkan penggemar? Bagi saya, ini lebih tentang peningkatan level. Tingkat teknologi dan elektronik sangat tinggi sehingga sulit untuk memahami apa nilai sebenarnya dari pembalap,” ucapnya.