MotoGP Spanyol, Rossi Murka Muridnya Diperlakukan Tidak Adil di Yamaha
2 min read

MotoGP Spanyol, Rossi Murka Muridnya Diperlakukan Tidak Adil di Yamaha

Gareth Harford
Valentino Rossi saat sesi tes pra-musim di Qatar

NONTONGP.COM - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, geram melihat murid sekaligus rekan satu timnya, Franco Morbidelli, masih menggunakan motor spesifikasi lama musim ini.

Kekecewaan itu diungkapkan Rossi seusai sesi Kualifikasi MotoGP Spanyol yang dihelat di Sirkuit Jerez pada Sabtu (1/5/2021) malam WIB.

Franco Morbidelli menjadi salah satu pebalap yang paling menonjol pada hari kedua rangkaian MotoGP Spanyol 2021.

Bagaimana tidak, dua catatan waktu putaran terbaik Franco Morbidelli pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) dianulir akibat keterlambatan pemberitahuan pelanggaran batas trek.

Hal itu membuat Morbidelli gagal lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2).

Meski sempat dirugikan dan harus memulai sesi kualifikasi dari Q1, Morbidelli tetap berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Morbidelli sukses lolos ke sesi Q2 dengan status pebalap tercepat Q1. Pada sesi Q2, Morbidelli kembali tampil menggila hingga berhasil menempati peringkat kedua.

Pebalap berdarah Brasil-Italia itu hanya kalah 0,057 detik dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) yang sukses merebut pole position.

Melihat hasil Kualifikasi MotoGP Spanyol, Valentino Rossi mengaku kecewa karena Morbidelli masih seperti menjadi anak tiri di Yamaha.

Hal itu tidak lepas dari motor perbedaan motor yang digunakan Morbidelli dan tiga pebalap Yamaha lainnya.

Musim ini, Morbidelli masih menggunakan motor Yamaha YZR-M1 2019 spek A.

Di sisi lain, Valentino Rossi, Fabio Quartararo, dan Maverick Vinales, menggunakan motor Yamaha YZR-M1 keluaran terbaru (2021) spesifikasi pabrikan.

Perbedaan itulah yang membuat Valentino Rossi kecewa. Sebab, Rossi menilai Morbidelli sangat layak mendapat motor pabrikan Yamaha.

Rossi semakin kecewa karena Morbidelli adalah salah satu muridnya di VR4 Riders Academy.

Kini, Rossi hanya bisa berharap Morbidelli meraih podium pada MotoGP Spanyol 2021 untuk memberi Yamaha tekanan.

"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan agar Morbidelli mendapat motor pabrikan," kata Valentino Rossi dikutip dari situs Corsedimoto.

"Kami telah meminta Yamaha untuk memberi Morbidelli motor pabrikan sejak lama. Morbidelli adalah pebalap VR46," ujar Rossi.

"Yamaha sebelumnya sudah memberi tahu kami bahwa Morbidelli layak mendapat motor pabrikan. Mereka juga suka dengan gaya balapan Morbidelli," ucap Rossi.

"Apa lagi yang harus saya lakukan untuk memberi Morbidelli pabrikan? Morbidelli dengan motor lamanya sekarang semakin kuat. Saya berharap dia mendapat hasil terbaik," tutur Rossi menambahkan.

Apa yang dialami Morbidelli saat ini sudah terjadi sejak musim lalu.

Musim lalu, Morbidelli menggunakan Yamaha YZR-M1 2019 sementara Rossi, Vinales, dan Quartararo sudah memakai motor pabrikan keluaran 2020.

Meski memakai motor yang secara kualitas lebih rendah, Morbidelli sukses menjadi pebalap terbaik Yamaha musim lalu.

Status runner up MotoGP 2020 milik Morbidelli menjadi buktinya.

Di sisi lain, Vinales dan Quartararo gagal masuk lima besar klasemen pebalap MotoGP 2020 sementara Rossi terpuruk di urutan ke-15.

Musim ini, Franco Morbidelli menjadi satu dari tiga pebalap MotoGP yang tidak dibekali dengan motor spesifikasi 2021.

Dua pebalap lainnya adalah duo rookie milik Esponsorama Racing, yakni Enea Bastianini dan adik tiri Valentino Rossi, Luca Marini.

Perbedaan perlakuan yang diterima Morbidelli di Yamaha sebelumnya sudah pernah disinggung oleh pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo.

Menurut Lorenzo, Yamaha telah melakukan kesalahan besar karena memperlakukan pebalap berbakat seperti Morbidelli dengan tidak adil.

Jika situasi itu tidak segera diubah, Lorenzo memperingatkan Yamaha potensi kerugian besar yang akan ditumbulkan jika Morbidelli pergi.

"Ducati memberi empat pebalapnya motor yang secara praktis sama. Di sisi lain, Yamaha tidak. Saya menilai perlakuan Yamaha terhadap Morbidelli sangat buruk. Padahal, Morbidelli adalah runner-up MotoGP 2020," kata Jorge Lorenzo.

"Morbidelli harus menuntut perlakuan sama dari Yamaha. Dia sudah melakukannya dengan mengancam akan berbicara dengan pabrikan tim lain yang tertarik pada jasanya. Itu langkah bagus," ujar Lorenzo.

Penulis: M. Hafidz ImaduddinEditor: Firzie A. Idris