MotoGP 2021 Bakal Hadirkan Gesekan di Dalam Tim
2 min read

MotoGP 2021 Bakal Hadirkan Gesekan di Dalam Tim

MotoGP 2021 Bakal Hadirkan Gesekan di Dalam Tim
MotoGP 2021 telah merampungkan tiga balapan yang berlangsung di Qatar (dua seri) dan Portugal. Ada banyak cerita yang terungkap, mulai dari pembalap andalan di tim hingga kembalinya Marquez di Honda / Foto:

MotoGP 2021 telah merampungkan tiga balapan yang berlangsung di Qatar (dua seri) dan Portugal. Ada banyak cerita yang terungkap, mulai dari pembalap andalan di tim hingga kembalinya Marquez di Honda.

Carlo Pernat selaku pengamat MotoGP mengulas semua berita tentang kejuaraan grand prix pada Majalah Mow. Yang menjadi sorotan pria gempal asal Italia itu adalah kemunculan pembalap debutan yang mampu menggilas joki berpengalaman di MotoGP.

"Jika Anda bertanya kepada saya apa pertimbangan pertama yang terlintas dalam pikiran saya, maka saya akan memberi tahu Anda bahwa ketiga Grand Prix ini telah berfungsi untuk memahami siapa bosnya," ungkap Pernat dikutip dari Motosan, Selasa (27/4/2021).

"Bukan di kejuaraan dunia, tapi di paddock masing-masing. Mir telah menyapu Rins, Quartararo ke Vinales, Binder ke Oliveira, Aprilia tidak perlu memilih pemimpin dan Honda bahkan tidak harus mulai membicarakannya. Tampaknya hal biasa, tetapi di dalam kotak, hierarki sangat diperhitungkan dan bahkan lebih penting lagi di dalam kepala pembalap."

Lebih jauh, Pernat menjelaskan bahwa Quartararo bakal menjadi hambatan berat buat Vinales. Sementara di tim satelit situasinya sedikit berbeda, kecuali di Tech3 di mana jelas bahwa pemimpinnya adalah Danilo Petrucci.

"Di LCR Honda, baik Nakagami maupun Alex Márquez tidak bersinar dan di Petronas satu pembalap adalah bos dari yang lain (tertawa)."

Tak hanya berbicara mengenai pemimpin di tim balap saja. Pernat juga membahas mengenai kehadiran Marquez di tim Honda.

Pernat mengatakan, jika Marquez benar-benar bisa kembali 100%, kami akan melihatnya di balapan berikutnya. Tapi apa yang ditunjukkan pada balapan seri ketiga di Portugal, sudah cukup untuk melihat kondisinya.

"Itu adalah fenomena dan jika ada yang bisa menjadi sama setelah cedera seperti dia, itu adalah Marc Márquez. Tapi itu bukan lagi motornya, mereka telah melunakkannya dan, secara paradoks, telah menjauh dari karakteristik yang disukai Marc. Saya tidak tahu apakah dia harus berusaha lebih keras dengan bahu dan kondisi fisiknya atau menggunakan RC213V untuk preferensinya.

"Tapi Honda harus mendengarkan Marc dalam segala hal. Karena, tanpa menyinggung, selain Marc Márquez di Honda, sangat sedikit jika kita melihat hasilnya," pungkas Pernat.