Fabio Quartararo Jalani Operasi Lengan
1 min read

Fabio Quartararo Jalani Operasi Lengan

Pembalap MotoGP tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.
Pembalap MotoGP tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fabio Quartararo memilih untuk menjalani operasi setelah menderita cedera lengan saat berlaga di MotoGP Spanyol, Ahad (2/5). Ia mengharapkan tampil pada akhir pekan depan di Le Mans, Prancis.

Setelah turun di balapan Jerez dan sempat memimpin, Quartararo melorot ke urutan ke-13. Ia mengalami masalah lengan yang parah sehingga kehilangan keunggulan awal.

Grand Prix Prancis mulai Jumat depan. Pembalap Monster Yamaha itu tidak bisa membuang waktu jika dia perlu menyelesaikan operasi dan melewatkan tes hari Senin untuk memeriksa lengan kanannya.

Beberapa detail lain yang diketahui saat pemeriksaan medis pasti telah mengkonfirmasi 'sindrom kompartemen' di lengan kanannya. Quartararo yang menjalani operasi pada lengan yang sama pada tahun 2019, memposting gambar berikut di media sosial dengan kata-kata, "Semuanya oke cuma satu gol adalah balapan berikutnya di rumah. Ps: Saya baru bangun tidur."

Tim Monster Yamaha mengatakan kepada Crash, Rabu (5/5) bahwa operasi telah dilakukan di rumah sakit CH Aix en Provence.

Mengingat waktu yang tersedia singkat sebelum Le Mans, diasumsikan bahwa Quartararo menjalani operasi pompa lengan 'normal', di mana selaput yang mengelilingi otot dipotong untuk memungkinkan lebih banyak aliran darah, daripada prosedur yang jauh lebih invasif untuk mengangkat selaput seluruhnya.

Quartararo, pemenang di Qatar dan Portimao, mendominasi Grand Prix Spanyol akhir pekan sebelum penurunannya yang mengejutkan di paruh kedua balapan. Meski demikian, pemuda Prancis itu hanya terpaut dua poin dari pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia di klasemen sementara kejuaraan dunia.

Jack Miller, pemenang di Jerez, menjalani operasi pompa lengan di awal musim, antara Qatar dan Portimao. Sebagian besar pembalap MotoGP menjalani operasi setidaknya sekali selama kariernya. Masalah seperti penumpukan jaringan parut seringkali berarti diperlukan operasi berulang.